MENGAPA MAKE-UP HALAL

MENGAPA MAKE-UP HALAL

Sebagian besar merek kosmetik menggunakan bahan baku Haram, seperti minyak babi, alkohol, atau serangga dalam produk-produk mereka.

Tidak hanya menjijikkan untuk menggunakan produk tersebut pada kulit kita, tapi sebagai seorang Muslim, hal ini juga bisa mempunyai konsekuensi penting. Sesungguhnya, seseorang berisiko menelan secuil produk ini (contohnya, lipstick), dan dengan melakukan hal ini maka mereka mengonsumsi bahan baku haram.

KHADIJA telah mengembangkan berbagai jenis produk yang 100% Halal, disertifikasi oleh Dewan Otoritas Halal, referensi sertifikasi Halal yang terkenal di seluruh dunia.

Setelah penelitian selama bertahun-tahun, formula kami menggunakan bahan baku paling PREMIUM untuk menawarkan make-up BERKUALITAS TERTINTGGI yang memperkaya SEMUA KECANTIKAN.

BAGAIMANA CARA UNTUK MENGIDENTIFIKASI BAHAN BAKU HARAM?

Tidak mudah untuk mengidentifikasi bahan baku Haram, karena bahan baku tersebut biasanya diberi kode dengan nama-nama teknis dan rumit.

Berikut adalah daftar yang belum menyeluruh dari bahan baku Haram yang bisa Anda temukan pada sebagian besar kosmetik:

– Minyak babi dan minyak hewani lainnya: bahan baku berikut mungkin mengandung minyak hewani (yang paling umum babi): gliserin, retinol, kolagen, elsatin, gelatin, stearate, Hyaluronic acid (Asam hialuronik), … Biasanya ditemukan dalam produk-produk alas bedak, perawatan kulit, perawatan rambut, atau perawatan kuku

– Serangga: tersembunyi DI BALIK nama-nama seperti CI 75470 / Carmine / Natural Red 4 / Crimson Lake / … Terutama ditemukan pada lipstick, gloss, dan banyak kosmetik berwarna lainnya

– Alkohol yang Haram: diketahui sebagai Alcohol Denat, Ethanol, Isopropyl Alcohol (Alkohol Isopropil)… Ditemukan dalam maskara, perawatan kulit, alas bedak, wewangian, …

BAGAIMANAKAH SEANDAINYA SAYA TIDAK MENEMUKAN BAHAN BAKU HARAM, APAKAH ITU BERARTI PRODUK TERSEBUT HALAL?

Mungkin, tapi Anda tidak bisa memastikannya. Selama produksi, kosmetik bisa bersentuhan dengan bahan baku Haram yang akan mengkontaminasi produk tersebut tanpa muncul di dalam daftar bahan baku.